Siapakah manusia itu? Siapakah diri kita ini? Makhluk macam apakah kita ini? Hanyadiri kita sendiri yang mampu menjawab. Bahkan hanya manusia saja yang mampu mempertanyakan jati dirinya. Makhluk lain tidak pernah mempertanyakannya. Harimau tidak akan pernah bertanya: Apakah harimau itu? Misi apa yang diemban harimau di alam ini? Tidak. Sekali-kali tidak akan pernah harimau bertanya semacam itu.
Pertanyaan di atas, yang khas bagi manusia, menunjukkan adanya suatu kesadaran dalam diri manusia. Manusia adalah makhluk yang sadar akan dirinya, sadar ruang dan waktu. Jika semua binatang merespon secara naluriah semua rangsang yang diterima dari luar, manusia dapat menanggapi rangsangan dengan sadar. Semua makhluk ber-evolusi dibentuk oleh alam, sementara manusia dengan kesadarannya ber-evolusi membentuk alam. Leher jerapah ber-evolusi menjadi semakin tinggi karena alam menyediakan makanan di tempat yang tinggi. Jika manusia ingin mengambil suatu makanan di tempat yang tinggi, dengan kesadarannya ia merancang suatu alat atau teknologi untuk mengambilnya. Bahkan bahan tambang yang berada di perut bumi dapat digalinya. Untuk melindungi diri dari hujan dan panas, manusia membangun rumah atau gedung pencakar langit dengan penuh kesadaran.
Salah satu faktor yang paling penting dimiliki manusia – untuk berpartisipasi dalam sejarah – adalah kesadaran diri. Dengan kesadaran diri inilah manusia mampu bertanggung jawab, menentukan nasibnya sendiri. Dengan kesadaran diri inilah manusia memiliki cita-cita luhur dan dengan tekun diraihnya. Dengan kesadaran diri ini pula manusia senantiasa mengembangkan kemampuan dan kesempurnaan dirinya. Dan dengan kesadaran diri manusia menapaki hidupnya penuh makna.
Tag: diri, kesadaran, sejarah, tanggung jawab, visi